Penilaian Tengah Semester (PTS) merupakan salah satu tolok ukur penting dalam mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari selama satu semester. Bagi siswa Kelas 3 Sekolah Dasar, PTS Bahasa Jawa Semester 2 menjadi momen krusial untuk menunjukkan penguasaan kosakata, tata bahasa, dan pemahaman budaya Jawa yang diajarkan. Artikel ini hadir untuk memberikan panduan lengkap bagi siswa, orang tua, maupun guru dalam mempersiapkan diri menghadapi PTS Bahasa Jawa Kelas 3 Semester 2. Kita akan membahas berbagai tipe soal yang sering muncul, strategi menjawab, serta menyajikan contoh soal beserta pembahasannya secara rinci.
Pentingnya Persiapan PTS Bahasa Jawa Kelas 3 Semester 2
Bahasa Jawa bukan sekadar mata pelajaran, melainkan juga warisan budaya yang perlu dijaga kelestariannya. Memahami dan menguasai Bahasa Jawa sejak dini akan memberikan fondasi yang kuat bagi siswa untuk tetap terhubung dengan akar budaya mereka. PTS adalah kesempatan bagi siswa untuk merefleksikan pembelajaran mereka dan mengidentifikasi area yang masih perlu diperkuat.

Materi yang Umum Diujikan pada PTS Bahasa Jawa Kelas 3 Semester 2
Materi yang diujikan pada PTS Bahasa Jawa Kelas 3 Semester 2 umumnya mencakup beberapa aspek, antara lain:
- Ngoko Lugu dan Ngoko Alus: Pemahaman perbedaan antara penggunaan bahasa Ngoko Lugu (bahasa Jawa kasar) dan Ngoko Alus (bahasa Jawa halus). Ini meliputi pemilihan kata sapaan, kata kerja, dan kata benda yang sesuai dengan lawan bicara.
- Krama Inggil: Pengenalan dan penggunaan Krama Inggil, yaitu tingkatan bahasa Jawa yang paling halus dan sopan, digunakan untuk berbicara kepada orang yang lebih tua, dihormati, atau memiliki kedudukan lebih tinggi.
- Kawruh Basa (Pengetahuan Bahasa): Meliputi pemahaman tentang arti kata, sinonim, antonim, peribahasa sederhana, dan penggunaan imbuhan.
- Ukara (Kalimat): Pembentukan kalimat sederhana dalam Bahasa Jawa, baik kalimat berita, tanya, maupun perintah.
- Wacan (Bacaan): Kemampuan membaca dan memahami isi bacaan sederhana dalam Bahasa Jawa, baik berupa cerita pendek, deskripsi benda, maupun informasi umum.
- Menulis Sederhana: Kemampuan menulis kata atau kalimat sederhana dalam Bahasa Jawa, baik menggunakan aksara Latin maupun aksara Jawa (tergantung kurikulum sekolah).
- Budaya Jawa Sederhana: Pengenalan nama-nama hari, bulan, alat musik tradisional sederhana, makanan khas, atau upacara adat sederhana.
Strategi Efektif Menghadapi PTS Bahasa Jawa
Untuk memaksimalkan hasil PTS, berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:
- Ulangi Materi Secara Berkala: Jangan menunda belajar hingga mendekati hari H. Lakukan pengulangan materi secara rutin.
- Fokus pada Kosakata: Perkaya perbendaharaan kata Bahasa Jawa Anda. Buatlah daftar kata-kata baru beserta artinya.
- Latihan Percakapan: Cobalah berlatih berbicara Bahasa Jawa dengan teman, keluarga, atau guru. Ini akan membantu Anda terbiasa menggunakan kosakata dan struktur kalimat yang benar.
- Pahami Konsep Ngoko dan Krama: Kuasai perbedaan antara Ngoko Lugu, Ngoko Alus, dan Krama. Pahami kapan menggunakan masing-masing tingkatan bahasa.
- Baca dan Pahami Bacaan: Latih kemampuan membaca dengan membaca berbagai teks Bahasa Jawa. Coba rangkum isi bacaan tersebut.
- Kerjakan Latihan Soal: Mengerjakan berbagai macam latihan soal adalah cara terbaik untuk menguji pemahaman dan membiasakan diri dengan format soal PTS.
- Manfaatkan Sumber Belajar: Gunakan buku pelajaran, LKS, materi dari guru, atau sumber belajar online yang terpercaya.
- Istirahat Cukup: Pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup sebelum hari PTS agar otak tetap segar.
Contoh Soal PTS Bahasa Jawa Kelas 3 Semester 2 Beserta Pembahasan
Berikut adalah contoh soal yang mencakup berbagai materi, beserta penjelasan mendalam untuk setiap jawabannya:
SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER (PTS) BAHASA JAWA KELAS 3 SEMESTER 2
I. Golekono wangsulan kang paling bener! (Pilihlah jawaban yang paling benar!)
-
Yen arep nyeluk simbah luwih becik nganggo basa apa?
a. Ngoko Lugu
b. Ngoko Alus
c. Krama Inggil
d. Krama MadyaPembahasan:
Untuk menyapa orang yang lebih tua dan dihormati seperti simbah (kakek/nenek), kita menggunakan tingkatan bahasa yang paling halus, yaitu Krama Inggil. Ngoko Lugu digunakan untuk berbicara dengan teman sebaya atau orang yang lebih muda. Ngoko Alus merupakan gabungan antara Ngoko dan Krama. Krama Madya adalah tingkatan menengah.
Jawaban: c. Krama Inggil -
Ukara "Aku mangkat sekolah." iku kalebu basa apa?
a. Ngoko Lugu
b. Ngoko Alus
c. Krama Inggil
d. Krama MadyaPembahasan:
Kalimat "Aku mangkat sekolah." menggunakan kata ganti "aku" dan kata kerja "mangkat" yang merupakan bentuk Ngoko Lugu. Tidak ada penyesuaian kata dengan bahasa yang lebih halus.
Jawaban: a. Ngoko Lugu -
Tembung "dhahar" tegese padha karo…
a. turu
b. mangan
c. lungguh
d. ngombePembahasan:
Kata "dhahar" adalah kata dalam bahasa Jawa yang berarti "makan" dalam tingkatan Ngoko Alus atau Krama. Kata "mangan" adalah padanan dalam Ngoko Lugu. "Turu" berarti tidur, "lungguh" berarti duduk, dan "ngombe" berarti minum.
Jawaban: b. mangan -
Menawa kowe ketemu Pak Guru, kudu matur nganggo basa…
a. Ngoko Lugu
b. Ngoko Alus
c. Krama Inggil
d. Krama MadyaPembahasan:
Pak Guru adalah seseorang yang memiliki kedudukan lebih tinggi dan patut dihormati. Oleh karena itu, kita harus menggunakan bahasa yang sopan, yaitu Krama Inggil.
Jawaban: c. Krama Inggil -
Ing ngisor iki kang kalebu tembung sesulih (kata ganti) wong kapisan tunggal, kajaba…
a. aku
b. kula
c. panjenengan
d. ingsunPembahasan:
Kata ganti orang pertama tunggal adalah kata yang merujuk pada diri sendiri. "Aku" dan "ingsun" adalah bentuk Ngoko Lugu. "Kula" adalah bentuk Krama. "Panjenengan" adalah kata ganti orang kedua tunggal (Anda).
Jawaban: c. panjenengan -
"Bapak tindak Surabaya." Ukara iki nganggo basa apa?
a. Ngoko Lugu
b. Ngoko Alus
c. Krama Inggil
d. Krama MadyaPembahasan:
Kata "Bapak" (bukan "bapak" saja) dan kata kerja "tindak" adalah bentuk Krama Inggil. Ini menunjukkan kesopanan dan penghormatan kepada Bapak.
Jawaban: c. Krama Inggil -
Tembung "sekolah" yen diowahi nganggo basa Krama Inggil dadi…
a. sekolah
b. budhal
c. sekolah
d. tindakPembahasan:
Dalam konteks ini, pertanyaan mungkin sedikit ambigu. Jika yang dimaksud adalah kata kerja untuk "pergi ke sekolah", maka "sekolah" adalah kata bendanya. Kata kerja yang lebih halus untuk "pergi" adalah "tindak" atau "kesah". Namun, jika kita menganggap "sekolah" sebagai kata kerja (jarang digunakan dalam Bahasa Jawa formal), maka padanan Krama Inggilnya tetap "sekolah" atau bisa menggunakan "mondok" jika konteksnya menginap.Mari kita asumsikan pertanyaan ini lebih mengarah pada penggunaan kata sapaan atau kata kerja yang tepat saat berbicara tentang kegiatan sekolah. Namun, berdasarkan pilihan yang ada, jika pertanyaannya adalah "Kata kerja untuk pergi ke sekolah" maka jawabannya adalah d. tindak (dalam konteks Krama). Jika pertanyaannya adalah "Apa yang dilakukan di sekolah?" maka jawabannya bisa "sinau" (belajar) atau "sekolah" itu sendiri.
Revisi Pertanyaan untuk Kejelasan: Jika pertanyaannya adalah: "Tembung ‘mangkat’ yen diowahi nganggo basa Krama Inggil dadi…" maka jawabannya adalah d. tindak. Karena pilihan yang ada tidak secara langsung memberikan padanan Krama Inggil untuk "sekolah" sebagai kata kerja. Namun, kita akan memilih jawaban yang paling masuk akal dari pilihan yang tersedia jika mengartikan "sekolah" sebagai tujuan perjalanan.
Alternatif Pembahasan (Jika "sekolah" dianggap kata kerja): Dalam Bahasa Jawa, kata "sekolah" lebih sering digunakan sebagai kata benda (tempat). Kata kerja yang berkaitan dengan sekolah adalah "sinau" (belajar) atau "sekolah" itu sendiri dalam konteks yang sangat informal. Pilihan yang ada tidak secara langsung memberikan padanan Krama Inggil untuk kata "sekolah" sebagai kata kerja. Namun, jika kita mempertimbangkan bahwa "sekolah" dalam pertanyaan ini merujuk pada tindakan "pergi ke sekolah", maka kata kerja yang tepat adalah "tindak".
Jawaban (dengan asumsi "sekolah" merujuk pada "pergi ke sekolah"): d. tindak
-
Menawa ibu lagi masak ing pawon, awake dhewe kudu… nalika arep takon.
a. alok-alok
b. matur alus
c. bengok-bengok
d. nggerusPembahasan:
Saat ibu sedang memasak di dapur, kita harus berbicara dengan sopan saat ingin bertanya, yaitu dengan menggunakan bahasa halus atau "matur alus". "Alok-alok" dan "bengok-bengok" berarti berteriak, sedangkan "nggerus" tidak relevan.
Jawaban: b. matur alus -
Ing ngisor iki kang kalebu jeneng dina, kajaba…
a. Selasa
b. Rebo
c. April
d. MingguPembahasan:
Selasa, Rebo, dan Minggu adalah nama-nama hari dalam Bahasa Jawa. April adalah nama bulan.
Jawaban: c. April -
"Ibu masak jangan asem." Yen diowahi nganggo basa Krama Inggil, tembung "masak" dadi…
a. masak
b. ngolah
c. dahar
d. nggodhogPembahasan:
Kata kerja "masak" dalam Bahasa Jawa Ngoko memiliki padanan Krama Inggil yaitu "masak" (tetap), atau bisa juga "ngolah" jika konteksnya lebih luas. Namun, dalam konteks masakan sehari-hari, "masak" sudah cukup sopan. Kata "dahar" berarti makan, dan "nggodhog" berarti merebus.
Revisi untuk kejelasan: Dalam konteks ini, kata "masak" dalam Ngoko memiliki padanan Krama yang sama, yaitu "masak". Jika ingin lebih halus lagi, bisa menggunakan "ngolah". Namun, jika dibandingkan dengan pilihan lain, "masak" adalah pilihan yang paling tepat karena tidak ada perubahan drastis pada kata kerja ini dalam Krama.
Jawaban: a. masak (Meskipun "ngolah" juga bisa, namun "masak" lebih umum dan tetap digunakan dalam Krama).
II. Isenono ceceg-ceceg ing ngisor iki nganggo tembung kang trep! (Isilah titik-titik di bawah ini dengan kata yang tepat!)
-
Yen awake dhewe arep budhal sekolah, ojo lali ngucapake pamit marang Bapak lan Ibu kanthi basa … (ngoko lugu / krama inggil).
Pembahasan: Saat berpamitan kepada orang tua, kita harus menggunakan bahasa yang sopan, yaitu Krama Inggil.
Jawaban: krama inggil -
Tembung "turu" yen nganggo basa Krama Inggil dadi … (turu / sare).
Pembahasan: Kata "turu" (tidur) dalam Ngoko memiliki padanan Krama Inggil "sare".
Jawaban: sare -
Pak Guru lagi … ing ngarep kelas. (maca / ngaji)
Pembahasan: Pak Guru biasanya mengajar atau membaca di depan kelas. Pilihan yang lebih umum adalah "maca".
Jawaban: maca -
Bapak lagi … kopi ing teras omah. (ngombe / dhahar)
Pembahasan: Kopi adalah minuman, jadi kata yang tepat adalah "ngombe" (minum). "Dhahar" untuk makan.
Jawaban: ngombe -
Siti lagi … layangan ing lapangan. (dolanan / sinau)
Pembahasan: Bermain layangan adalah kegiatan bermain.
Jawaban: dolanan -
Jeneng wulan ing taun ana … wulan. (loro / rolas)
Pembahasan: Dalam satu tahun ada dua belas bulan.
Jawaban: rolas -
"Maturnuwun" iku kalebu basa … (ngoko / krama).
Pembahasan: "Maturnuwun" adalah ungkapan terima kasih dalam bahasa Krama.
Jawaban: krama -
Adhikku isih cilik, durung bisa … (maca / ngomong) dhewe.
Pembahasan: Anak kecil yang masih sangat kecil biasanya belum bisa berbicara sendiri dengan lancar.
Jawaban: ngomong -
Bapak tindak dhateng pasar mundhut jangan … (sayur / buah).
Pembahasan: Pasar adalah tempat membeli bahan makanan, termasuk sayur.
Jawaban: sayur -
Yen arep njaluk tulung, becike nganggo basa sing … (alus / kasar).
Pembahasan: Saat meminta tolong, kita harus menggunakan bahasa yang halus agar permohonan kita diterima dengan baik.
Jawaban: alus
III. Wangsulana pitakonan ing ngisor iki nganggo ukara kang trep! (Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan kalimat yang tepat!)
-
Apa bedane Ngoko Lugu lan Ngoko Alus?
Pembahasan:- Ngoko Lugu: Penggunaan bahasa Jawa yang paling murni dan kasar, tanpa ada campuran kata-kata halus. Biasanya digunakan untuk berbicara dengan teman sebaya yang sangat akrab atau kepada orang yang lebih muda. Contoh: "Aku arep mangan."
- Ngoko Alus: Penggunaan bahasa Jawa yang sudah mulai halus, yaitu dengan mencampurkan kata-kata Ngoko dengan beberapa kata Krama, terutama pada kata sapaan dan kata kerja tertentu. Biasanya digunakan untuk berbicara kepada orang yang lebih tua atau dihormati, namun belum sampai menggunakan Krama Inggil sepenuhnya. Contoh: "Aku arep nedha." (nedha adalah bentuk Krama dari mangan). Atau "Sampeyan badhe tindak pundi?" (sampeyan dan tindak adalah bentuk Krama).
-
Tulisen 3 ukara nganggo basa Krama Inggil!
Pembahasan:
Contoh kalimat Krama Inggil:- "Panjenengan badhe dhahar menapa?" (Anda akan makan apa?)
- "Bapak nembe sare wonten kamar." (Bapak sedang tidur di kamar.)
- "Kula nyuwun pirsa, menika dalemipun sinten?" (Saya bertanya, ini rumah siapa?)
-
Apa tegese tembung "sesuk" lan "wingi"?
Pembahasan:- Tembung "sesuk" tegese dina sabanjure utawa dina mbesuk. (Kata "sesuk" artinya hari berikutnya atau hari mendatang.)
- Tembung "wingi" tegese dina sadurunge saiki. (Kata "wingi" artinya hari sebelum sekarang.)
-
Ukara "Adhik lagi dolanan bal ing latar." yen diowahi nganggo basa Krama Alus dadi piye?
Pembahasan:
Dalam kalimat "Adhik lagi dolanan bal ing latar.", kata "Adhik" (adik) bisa tetap atau diganti dengan "rayi" (adik dalam Krama). Kata kerja "dolanan" (bermain) bisa tetap atau diubah menjadi "sare" jika konteksnya bermain di tempat tidur, namun di sini konteksnya bermain bola. Kata "ing latar" (di halaman) tetap.
Jadi, bentuk Krama Alus yang paling tepat adalah: "Adhik lagi dolanan bal ing latar." atau bisa juga "Rayi lagi dolanan bal ing latar." (tergantung seberapa halus yang diinginkan).
Jika ingin lebih halus lagi untuk "dolanan", bisa menggunakan "sare" jika konteksnya istirahat, namun untuk bermain bola, "dolanan" tetap umum.
Jawaban: Adhik lagi dolanan bal ing latar. atau Rayi lagi dolanan bal ing latar. -
Sebutna 3 jeneng alat musik tradisional Jawa!
Pembahasan:
Tiga nama alat musik tradisional Jawa adalah:- Gamelan (secara umum, terdiri dari banyak alat musik)
- Gendhing
- Saron
- Gender
- Angklung (meskipun dari Sunda, sering diasosiasikan dengan gamelan Jawa)
- Rebab
- Suling
Jawaban (pilih 3): Gamelan, Saron, Suling.
Penutup
Dengan memahami materi, berlatih soal-soal seperti contoh di atas, dan menerapkan strategi belajar yang efektif, siswa Kelas 3 diharapkan dapat menghadapi PTS Bahasa Jawa Semester 2 dengan percaya diri dan meraih hasil yang optimal. Ingatlah bahwa penguasaan Bahasa Jawa bukan hanya tentang nilai, tetapi juga tentang melestarikan kekayaan budaya bangsa. Selamat belajar dan semoga sukses!


