Ujian Kenaikan Kelas (UKK) merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan siswa dalam menyerap materi pelajaran selama satu tahun ajaran. Bagi siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) kelas 3, mata pelajaran Fiqih menjadi salah satu komponen penting yang diujikan. Fiqih, sebagai ilmu hukum Islam, mengajarkan berbagai aspek kehidupan seorang Muslim, mulai dari ibadah, muamalah, hingga akhlak. Memahami dan menguasai materi Fiqih bukan hanya sekadar memenuhi tuntutan akademis, tetapi juga membekali diri dengan pedoman hidup yang lurus sesuai ajaran agama.
Artikel ini akan membahas secara mendalam soal-soal UKK Fiqih Kelas 3 Madrasah Tsanawiyah Tahun 2018 beserta jawabannya. Pembahasan ini diharapkan dapat menjadi sumber belajar yang bermanfaat bagi siswa, guru, maupun siapa saja yang ingin memperdalam pemahaman tentang Fiqih pada jenjang ini. Kita akan mengupas tuntas setiap pertanyaan, menganalisis konsep-konsep Fiqih yang terkandung di dalamnya, serta memberikan penjelasan yang komprehensif agar pemahaman menjadi lebih utuh.
Pentingnya Memahami Soal UKK Fiqih
Soal-soal UKK umumnya dirancang untuk menguji pemahaman siswa terhadap kompetensi inti yang telah diajarkan. Dalam konteks Fiqih, ini berarti menguji kemampuan siswa dalam:
- Menjelaskan Konsep Fiqih: Memahami definisi, dalil, dan ruang lingkup suatu topik Fiqih.
- Mengidentifikasi Hukum Islam: Mampu membedakan antara yang halal dan haram, wajib dan sunnah, serta jenis-jenis hukum lainnya dalam berbagai kasus.
- Menerapkan Hukum Islam: Mengaplikasikan kaidah-kaidah Fiqih dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam ibadah maupun muamalah.
- Menyebutkan Dalil Naqli: Menunjukkan dalil dari Al-Qur’an dan Hadits yang menjadi dasar suatu hukum.
- Menganalisis Hikmah: Memahami kebijaksanaan di balik penetapan suatu hukum dalam Islam.
Dengan memahami pola soal dan materi yang sering diujikan, siswa dapat lebih terarah dalam belajarnya dan lebih siap menghadapi ujian.
Pembahasan Soal Jawab UKK Fiqih Kelas 3 MTs Tahun 2018
Mari kita mulai dengan menganalisis beberapa contoh soal yang mungkin muncul dalam UKK Fiqih Kelas 3 Tahun 2018, beserta pembahasannya. Perlu dicatat bahwa ini adalah contoh hipotetis yang mencakup topik-topik umum dalam kurikulum Fiqih kelas 3 MTs.
Bagian A: Soal Pilihan Ganda
-
Soal: Salah satu rukun iman yang harus diyakini keberadaannya adalah hari akhir. Dalam Fiqih, keyakinan ini berkaitan erat dengan kewajiban untuk __ sebagai bekal kehidupan di akhirat.
a. Berfoya-foya
b. Bekerja keras
c. Beribadah dan beramal saleh
d. Menimbun hartaPembahasan:
Soal ini mengaitkan rukun iman dengan praktik Fiqih. Keyakinan akan hari akhir (kiamat) mendorong seorang Muslim untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Dalam ajaran Islam, persiapan tersebut diwujudkan melalui ibadah yang benar dan amal perbuatan yang baik. Pilihan a, b, dan d tidak mencerminkan persiapan yang tepat untuk hari akhir. Pilihan c. Beribadah dan beramal saleh adalah jawaban yang paling sesuai karena ibadah seperti shalat, puasa, zakat, dan amal saleh lainnya adalah bekal utama yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT kelak. -
Soal: Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang dilaksanakan setelah shalat Isya pada bulan Ramadan. Hukum mengerjakannya adalah __ bagi setiap Muslim yang mampu.
a. Wajib `ain
b. Wajib kifayah
c. Sunnah muakkad
d. MubahPembahasan:
Shalat Tarawih adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama pada bulan Ramadan. Kata "sunnah muakkad" merujuk pada ibadah sunnah yang sangat ditekankan dan memiliki kedudukan tinggi, hampir mendekati wajib. Jika sebagian umat Islam sudah melaksanakannya, gugurlah kewajiban sunnah bagi yang lain (wajib kifayah), namun jika tidak ada yang melaksanakannya, maka semua berdosa. Namun, untuk Tarawih, penekanannya lebih kuat sebagai sunnah muakkad bagi individu. Pilihan c. Sunnah muakkad adalah jawaban yang tepat. Wajib `ain adalah kewajiban yang dibebankan kepada setiap individu tanpa terkecuali. Wajib kifayah adalah kewajiban yang dibebankan kepada komunitas, jika sudah ada yang melaksanakannya maka gugurlah kewajiban yang lain. Mubah adalah sesuatu yang boleh dilakukan dan tidak berpahala jika ditinggalkan. -
Soal: Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim menjelang Idul Fitri. Salah satu hikmah mengeluarkan Zakat Fitrah adalah ___.
a. Memperkaya diri sendiri
b. Membantu fakir miskin dan melengkapi kekurangan mereka
c. Menunjukkan kekayaan kepada orang lain
d. Menghindari kewajiban berpuasaPembahasan:
Zakat Fitrah memiliki tujuan sosial dan spiritual yang sangat penting. Hikmah utamanya adalah untuk membersihkan diri dari kekurangan dan kekhilafan yang terjadi selama berpuasa, serta untuk membantu fakir miskin agar dapat merayakan Idul Fitri dengan layak. Pilihan b. Membantu fakir miskin dan melengkapi kekurangan mereka secara langsung mencerminkan salah satu hikmah utama Zakat Fitrah. Pilihan a, c, dan d bertentangan dengan prinsip dan tujuan zakat. -
Soal: Dalam Fiqih, istilah "najis mutawasitah" merujuk pada najis yang tingkatannya __ dari najis mukhaffafah dan mughallazah.
a. Lebih ringan
b. Lebih berat
c. Sedang
d. Tidak bisa ditentukanPembahasan:
Najis dalam Fiqih dibagi menjadi tiga tingkatan: mukhaffafah (ringan), mutawasitah (sedang), dan mughallazah (berat). Najis mutawasitah adalah najis yang memiliki sifat-sifat najis secara umum, tidak ringan seperti air kencing bayi laki-laki yang belum makan apa-apa, dan tidak berat seperti jilatan anjing. Pilihan c. Sedang adalah jawaban yang tepat untuk mendeskripsikan tingkatan najis mutawasitah. -
Soal: Seseorang yang melakukan perjalanan jauh (musafir) mendapatkan keringanan dalam shalat fardhu, yaitu boleh __ shalatnya.
a. Menggabungkan (menjamak) dan mengqashar
b. Menambah rakaat
c. Mendirikan shalat sunnah
d. Mempercepat bacaan suratPembahasan:
Islam memberikan keringanan (rukhshah) bagi musafir dalam beberapa ibadah, termasuk shalat. Keringanan ini berupa menjamak (menggabungkan dua shalat fardhu dalam satu waktu) dan mengqashar (mengurangi jumlah rakaat shalat fardhu). Pilihan a. Menggabungkan (menjamak) dan mengqashar adalah jawaban yang benar. Pilihan b, c, dan d tidak termasuk dalam rukhsah shalat bagi musafir.
Bagian B: Soal Uraian Singkat
-
Soal: Jelaskan pengertian dan hukum puasa dalam Fiqih!
Jawaban:
Puasa dalam Fiqih adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, disertai dengan niat. Hukum puasa itu sendiri bervariasi tergantung jenis puasanya:- Puasa Wajib: Seperti puasa Ramadan, puasa qadha Ramadan, puasa kaffarat (tebusan), dan puasa nadzar. Hukumnya adalah wajib `ain bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat.
- Puasa Sunnah: Seperti puasa Senin-Kamis, puasa Daud, puasa Arafah, puasa Asyura, dan puasa Syawal. Hukumnya adalah sunnah muakkad atau sunnah ghairu muakkad, di mana pelaksanaannya mendapatkan pahala dan meninggalkannya tidak berdosa.
- Puasa Makruh: Seperti puasa wishal (terus menerus tanpa berbuka) atau puasa pada hari syak (hari yang diragukan masuknya Ramadan).
- Puasa Haram: Seperti puasa pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, serta hari-hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah).
Pembahasan:
Soal ini meminta definisi puasa dan hukumnya secara umum. Jawaban harus mencakup pengertian dasar puasa dan klasifikasi hukumnya (wajib, sunnah, makruh, haram) beserta contohnya. Penting untuk menyebutkan bahwa puasa Ramadan adalah puasa wajib yang paling utama. -
Soal: Sebutkan tiga hikmah disyariatkannya shalat berjamaah!
Jawaban:
Tiga hikmah disyariatkannya shalat berjamaah adalah:- Mempererat Ukhuwah Islamiyah: Shalat berjamaah mempertemukan kaum Muslimin dalam satu barisan, menumbuhkan rasa kebersamaan, saling mengenal, dan mempererat tali persaudaraan.
- Menumbuhkan Semangat Kebersamaan dan Persatuan: Ketika shalat dilaksanakan secara berjamaah, setiap individu merasa menjadi bagian dari satu kesatuan umat, yang memiliki tujuan dan arah yang sama dalam beribadah.
- Meningkatkan Kualitas Ibadah: Adanya imam yang memimpin shalat dan makmum yang mengikuti, menciptakan kekhusyukan dan kesempurnaan dalam pelaksanaan shalat. Keberadaan makmum juga dapat mengingatkan imam jika terjadi kesalahan. Selain itu, pahala shalat berjamaah dilipatgandakan dibandingkan shalat sendirian.
Pembahasan:
Pertanyaan ini menanyakan tentang manfaat atau hikmah shalat berjamaah. Jawaban yang baik akan menjelaskan aspek sosial, spiritual, dan praktis dari shalat berjamaah. Tiga poin yang disebutkan di atas adalah hikmah-hikmah yang umum diajarkan dan relevan. -
Soal: Apa yang dimaksud dengan "muamalah" dalam Fiqih? Berikan satu contohnya!
Jawaban:
Muamalah dalam Fiqih adalah segala hukum yang mengatur hubungan antar manusia dalam kehidupan sehari-hari, khususnya yang berkaitan dengan urusan keduniawian dan interaksi sosial ekonomi. Ini mencakup berbagai aspek seperti jual beli, sewa-menyewa, utang-piutang, perkawinan, waris, dan lain sebagainya.
Contoh Muamalah: Jual beli barang di pasar. Dalam jual beli, ada aturan Fiqih yang mengatur tentang keabsahan akad, syarat-syarat penjual dan pembeli, barang yang diperjualbelikan, serta alat tukarnya.Pembahasan:
Soal ini menguji pemahaman siswa tentang konsep muamalah, yang merupakan salah satu cabang besar dalam Fiqih. Jawaban harus memberikan definisi yang jelas dan contoh yang konkret dari praktik muamalah.
Bagian C: Soal Uraian Panjang (Opsional, tergantung format ujian)
- (Jika ada soal uraian panjang, biasanya akan meminta analisis mendalam terhadap suatu topik, misalnya: "Jelaskan secara rinci tata cara pelaksanaan shalat jenazah, mulai dari niat hingga salam, beserta dalilnya." Atau "Uraikan syarat-syarat sah puasa dan hal-hal yang membatalkannya.")
Tips untuk Menghadapi Soal UKK Fiqih:
- Pahami Konsep Dasar: Kuasai definisi, rukun, syarat, dan hikmah dari setiap topik Fiqih yang diajarkan.
- Hafalkan Dalil: Jika diminta, hafalkan ayat Al-Qur’an atau hadits yang berkaitan dengan topik tersebut.
- Latihan Soal: Kerjakan berbagai macam soal, baik pilihan ganda, isian singkat, maupun uraian, dari buku paket, LKS, atau contoh-contoh soal ujian sebelumnya.
- Perhatikan Kata Kunci: Baca soal dengan teliti dan identifikasi kata kunci yang menunjukkan apa yang diminta oleh soal.
- Tulis Jawaban dengan Jelas: Gunakan bahasa yang lugas dan mudah dipahami. Jika menjawab uraian, susun jawaban secara sistematis.
- Manfaatkan Sumber Belajar: Jangan ragu bertanya kepada guru atau mencari informasi tambahan dari sumber terpercaya jika ada materi yang belum dipahami.
Penutup
Mempelajari Fiqih adalah sebuah perjalanan spiritual yang berkelanjutan. Dengan memahami materi Fiqih melalui soal-soal UKK, siswa tidak hanya dipersiapkan untuk meraih kelulusan, tetapi juga dibekali dengan pengetahuan yang akan membimbing mereka dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim yang taat. Pembahasan soal UKK Fiqih Kelas 3 Tahun 2018 ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan bagi siswa untuk terus belajar dan menggali lebih dalam lagi tentang kekayaan ilmu Fiqih. Semoga pemahaman yang diperoleh dapat membawa keberkahan dunia akhirat.
Catatan:
- Jumlah kata dalam artikel ini diperkirakan mendekati 1.200 kata.
- Soal-soal yang disajikan di atas adalah contoh hipotetis yang mencakup topik-topik umum Fiqih kelas 3 MTs. Bentuk dan isi soal sebenarnya pada UKK tahun 2018 mungkin sedikit berbeda tergantung pada silabus dan kebijakan madrasah masing-masing.
- Untuk mendapatkan materi yang lebih spesifik, disarankan untuk merujuk pada kisi-kisi soal atau contoh soal yang dikeluarkan oleh madrasah bersangkutan.

